Tim Peninjau Program Hidroponik Padi Community Development PT Inalum Tinjau Kesehatan Hidroponik Padi untuk Keberlangsungan Program Bersama Tim Beasiswa KSE
Oleh Faqih Rifaldy |
06 Feb 2026
Kuala Tanjung, Batubara — 10 November 2025
Tim Peninjau Program Hidroponik Padi Community Development PT Inalum melalui Tim dari Beasiswa KSE melaksanakan kegiatan peninjauan kesehatan Program Hidroponik Padi pada Senin (10/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di kawasan Kuta View, Kuala Tanjung, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, sebagai bagian dari rangkaian monitoring dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan.
Peninjauan ini difokuskan pada kondisi pertumbuhan tanaman padi hidroponik, kesehatan perakaran, kualitas media tanam, serta sistem aliran nutrisi yang digunakan dalam instalasi hidroponik. Tim melakukan observasi langsung terhadap tanaman, termasuk pengecekan warna daun, kekuatan batang, dan tingkat serapan nutrisi sebagai indikator kesehatan tanaman.
Selain itu, tim juga mengevaluasi sistem instalasi pipa hidroponik, kebersihan media tanam, serta kondisi wadah tanam yang digunakan untuk memastikan bahwa sistem berjalan secara optimal dan tidak menghambat pertumbuhan tanaman padi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kendala teknis sejak dini serta merumuskan langkah perbaikan agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Perwakilan Tim Beasiswa KSE menyampaikan bahwa Program Hidroponik Padi ini merupakan inovasi pertanian yang memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan efisiensi lahan. Melalui pendekatan teknologi tepat guna, mahasiswa bersama masyarakat diharapkan mampu mengembangkan model pertanian alternatif yang produktif, ramah lingkungan, dan berdaya guna jangka panjang.
Melalui Program Community Development, PT Inalum terus memperkuat kolaborasi antara perusahaan, mahasiswa, dan masyarakat dalam menciptakan program-program pemberdayaan yang berdampak nyata. Peninjauan kesehatan Program Hidroponik Padi ini menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan program, peningkatan kualitas hasil panen, serta terciptanya ekosistem pertanian modern yang adaptif terhadap tantangan lingkungan dan perubahan iklim.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model percontohan pengembangan hidroponik padi berbasis komunitas yang dapat direplikasi di wilayah lain sebagai bagian dari upaya pembangunan pertanian berkelanjutan di Sumatera Utara.
Fokus Peninjauan Kesehatan Padi untuk Keberlangsungan Hidroponik
Dalam konteks keberlanjutan program, kesehatan tanaman padi menjadi indikator utama keberhasilan hidroponik padi. Peninjauan kesehatan padi tidak hanya dilihat dari pertumbuhan fisik tanaman, tetapi juga mencakup beberapa aspek teknis dan biologis, antara lain:
Kesehatan Sistem Perakaran
Akar padi hidroponik diamati dari warna, kekuatan, dan kepadatannya. Akar yang sehat berwarna putih bersih, tidak berlendir, dan tidak berbau, yang menandakan sirkulasi air dan nutrisi berjalan baik serta bebas dari infeksi jamur dan bakteri.
Kondisi Daun dan Batang
Warna daun menjadi indikator serapan nutrisi. Daun hijau segar menunjukkan kecukupan unsur hara, sedangkan daun menguning atau mengering menjadi tanda ketidakseimbangan nutrisi. Batang yang kuat dan tegak menandakan pertumbuhan struktural yang baik.
Kualitas Larutan Nutrisi
Kesehatan padi hidroponik sangat dipengaruhi oleh komposisi nutrisi, pH air, serta kebersihan aliran sistem. Larutan nutrisi yang seimbang akan mencegah stres tanaman dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit.
Kebersihan Instalasi Hidroponik
Instalasi pipa, wadah tanam, dan aliran air diperiksa untuk mencegah penyumbatan, pertumbuhan lumut, dan kontaminasi mikroorganisme yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
Stabilitas Lingkungan Tumbuh
Faktor cahaya matahari, suhu, dan sirkulasi udara menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tanaman padi hidroponik agar proses fotosintesis dan metabolisme tanaman berjalan optimal.
Melalui fokus pada aspek kesehatan padi tersebut, Program Hidroponik Padi tidak hanya bertujuan menghasilkan tanaman yang tumbuh, tetapi membangun sistem pertanian hidroponik yang berkelanjutan, produktif, dan adaptif. Kesehatan tanaman menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan program, karena padi yang sehat akan menghasilkan panen yang stabil, efisiensi biaya perawatan, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.
← Kembali ke Berita